Arsip

Keluarga Sehat setelah didoakan anak yatim

Katakanlah: Hai hamba- hamba- Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah .Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

 (QS Al –Zumar (39) :53)

Islam mengajarkan bahwa segala musibah yang menimpa hidup seseorang  musllim akan menghapus dosa –dosa, darinya bahkan durinya yang mengenai sekalipun ( HR Al- Bukhari dan Muslim)

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah  Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan

(QS. Al- Qashash (28) : 54)

Fajar Syamsu menerangkan, ” Allah SWT senantiasa memperhatikan kesabaran hamba –hamba Nya, kesabaran dalam menghadapi penyakit hinggga masalah –masalah yang sulit sekalipun, itulah mengapa Allah memberikan pahala dua kali lipat bagi orang –orang yang mau bersabar dan memberikan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan . Pernah ada seorang wanita yang sakit hati karena ditinggal pacarnya tiba-tiba tanpa ada alasan,sakit hati  stress sehingga  kerjaannya di kantor hampir berantakan  tidak dapat menerima kenyataan hidup akhirnya saat ini setelah menerima kenyataan hidupnya menjadi tenang kembali, bahwa jodoh menjadi ketentuan dari Allah SWT tidak dapat kita paksakan, kita hanya bisa berikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah diberikan jodoh yang sholeh dengan kesabaran Insya Allah suatu saat akan datang juga karena sebenarnya jodoh telah disediakan Allah, hanya Allah SWT ingin melihat usaha dan kesabaran kita, usaha di sini adalah bagaimana kita menentukan kriteria calon pasangan kita sesuai dengan ajaran agama, tidak berlebih tidak juga sembarangan dalam memilih jodoh sambil memohon kepada Allah mohon petunjuk –Nya. Allah ingin kita selalu mengingatnya dalam setiap situasi dan kondisi baik dalam musibah kejadian apapun menimpa diri kita, dalam keadaan sangat sulit kita gelisah ,stress jika  kita tidak mau mendekat kepada Allah maka akan makin menderita hidup kita, jadi mestinya kita mengingat Allah dalam setiap tarikan napas kita, tidak sulit apabila  kita berlatih  membiasakannya . Insya Allah ada jalan.

KELUARGA JADI SEHAT

Ujian tidak hanya dialami oleh orang yang tidak mensyukuri hidup, orang yang sabar, baik dan rukun juga  diuji oleh Allah SWT. Salah satu keluarga di Sleman, keluarga Bapak Pradoto di Sleman Yogyakarta yang mulai dari anaknya hingga dirinya dan istrinya selalu saja mendapat penyakit yang kadang selalu saja menimpanya. Hingga pada suatu hari memutuskan untuk silaturahmi di panti Asuhan Miftakhul Jannah Bantul bersedekah  , bersama –sama berzikir dan didoakan anak yatim Alhamdulillah dari hari ke hari ada perubahan penyakit yang diderita anak –anaknya dan dirinya mulai berangsur -angsur pulih.

PEMBANGUNAN PANTI.

Alhamdulillah Pembangunan gedung panti saat ini masih terus berjalan. Bagi yang ingin membantu  silahkan hubungi saya atau Ustad Rohmad ( Pengurus Harian) di nomor 085292460005 , 082138697600,   yang berminat membantu silahkan kami menyediakan nomor rekening atas nama Panti Asuhan Miftakhul Jannah, Rekening BNI Trikora Yogyakarta : 0191609830 , Rekening BRI Kusumanegara Yogyakarta : 0986-01-002416-50-4 ( pemberitahuan sebelumnya  dengan Ustad Rohmad ).

”Panti menyediakan 100 T-Shirt Silaturahmi (all size) gratis  , bagi yang menginginkan segera  sms di nomer saya 081904226005, 082138697600, Mohon maaf bagi yang tidak mendapatkannya karena sangat terbatas dan buku amaliyah masih ada . Fajar Syamsu  menambahkan.

Iklan

Bonus makin lancar setelah sedekah di Panti

Dalam sebuah hadis riwayat Al Bukhary dan Muslim, Rasulullah bersabda : ”Barangsiapa yang membelanjakan dengan sepasang dari harta bendanya, untuk jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari semua pintu surga. Dan bagi surga itu ada delapan pintu. Maka jika dirinya termasuk orang yang mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Dan bagi yang mengerjakan puasa, maka ia akan dipanggil dari pintu puasa. Dan barang siapa yang suka bersedekah, akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa yang pernah berjihad, ia akan dipanggil dari pintu Jihad”. Manusia  adalah makhluk lemah yang selalu bergantung kepada Allah, selalu berharap kepada Nya. Pengharapan itu hendaknya  hanya kepada Allah SWT semata. Dia Maha pemberi dan menetapkan. Oleh karena itu janganlah mencoba memohon kepada selain Allah dan menyampaikan hajat kita  kepada selain Maha Pencipta. Allah SWT adalah zat yang mengatur dan memberi hajat dan sekaligus  pemilik hajat itu sendiri.

Allah SWT berfirman , Katakanlah , ”Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu ( QS Ali Imran (3) : 26)

Apabila Allah Ta’ala bermaksud akan menahan pemberian atau tidak memenuhi hajatnya, pasti akan terjadi. Tidak seorangpun yang mampu menolak  kehendak Allah itu. Seperti dijelaskan dalam hadits yang berasal dari sahabat Ibnu Abbas dalam Arba’ in Nawawiyah”.

Tidak boleh seorang hamba menganggap pemberian Allah SWT tidak sesuai dengan keadaan dirinya. Atau dia menganggap pekerjaannya akan mempersempit kemampuan jihad dan ibadahnya, jangan sampai kita menyalahi etika dan tata krama ikhtiar.

Seorang hamba yang mukmim tidak akan berhenti menyampaikan harapan kepada Allah SWT. Ia tidak bosan –bosannya meminta kepada Al Khaliqul alam , walaupun berkali –kali, karena Allah SWT adalah satu-satunya  tempat mengadu.

BONUS MAKIN LANCAR.

” Seorang Ibu yang mempunyai suami bekerja di perusahaan telekomunikasi di Bandung Jawa Barat sangat bersyukur karena sang suami sering mendapat bonus yang tidak disangka-sangka dari perusahaan tempat bekerja  setelah didoakan anak yatim di panti kami ” . Fajar menceritakan .

PEMBANGUNAN PANTI.

”Alhamdulillah  Pembangunan gedung panti asuhan kita  mulai lagi segera akan kita selesaikan lantai I sehingga bisa segera ditempati , bagi Bapak/Ibu  dermawan pembaca Kisah Hikmah dari luar kota silahkan kami tunggu silaturahminya , hari Sabtu dan Minggu lebih mudah untuk bertemu anak –anak  .

Bantuan untuk pembangunan gedung panti dan fasilitasnya sangat kami harapkan bisa menghubungi saya atau Ustad Rohmad ( Pengurus Harian) di nomor 081328416439 , 082138697600, atau 0274- 3251600  yang berminat membantu silahkan kami menyediakan nomor rekening atas nama Panti Asuhan Miftakhul Jannah, Rekening BNI Trikora Yogyakarta : 0191609830 , Rekening BRI Kusumanegara Yogyakarta : 0986-01-002416-50-4 ( pemberitahuan sebelumnya  dengan Ustad Rohmad ).

”Buku saku do’a dan amaliyah rutin Panti Asuhan Miftakhul Jannah  dalam proses cetak edisi ke II , bagi yang menginginkan silahkan sms di nomer 082138697600, Insya Allah kami berikan cuma- cuma. Fajar Syamsu  menambahkan.

Sekilas Tentang Panti Asuhan Miftakhul Jannah

Berawal dari rasa kepedulian  dan rasa kasih sayang terhadap sesama ummat yang telah membutuhkan uluran tangan demi kelangsungan hidupnya terbentuklah suatu lembaga kegiatan sosial yang berorientasi menyalurkan bantuan kepada yang berhak menerima,solusinya tertuang didalam Panti Asuhan Yatim Piatu dan Fakir Miskin Miftahul Jannah yang berlokasi di Kuwon Sidomulya Bambanglipuri Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.Berdiri pada 1 Oktober 2009 walaupun dalam pelaksanaannya kami belum mempunyai tempat permanen tapi berangkat dari hal tersebut kami yakin bahwa suatu saat akan terwujud keinginan kami.Dalam Islam sendiri juga memberikan perhatian cukup serius terhadap masalah kemiskinan,baik miskin ekonomi atau ilmu.

Oleh karena itu Islam menganjurkan ummatnya untuk merubah kemiskinan tersebut, kemauan dan tindakan nuata untuk merubah nasib,dipandang sebagai ibadah,jika niatnya semata – mata menjalankan perintah Allah SWT.Hal itu atas dasar ayat – ayat Al-Quran maupun hadist bNabi Muhammad SAW yang memerintahkan orang beriman dan bertaqwa agar memperhatikan nasib mereka terutama anak yatim.Usaha mengubah kemiskinan dan keterbelakangan menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk orang miskin (yatim ) itu sendiri.

Pihak yang lemah berkewajiban kerja keraqs dan cerdas agar dapat merubah kondisnya,adapun pihak memiliki keluasaan dan kekayaan rizki berkewajiban menunaikan zakat,infaq maupun shodaqohnya.agar dapat digunakan sebagai modal usaha bagi yang ekonomi lemah (yatim ) tersebut.

Mekanisme hubungan antara sikaya dengan si miskin tersebut kurang maksimal jika dijalankan secara alamiah.Usaha tersebut diperlukan pihak ketiga yang menjembatani sebagai mediator.Mediator inilah yang bertanggungjawab penuh mendampingi pihak lemah (yatim ) dan mempertanggungjawabkan amanah (harta ZIS ) secara moral maupun administrasi yang transaparan kepada pihak donator maupun khalayak umum.Disamping itu juga berusaha mendampingi p;ihak yang miskin agar memaksimalkan modal yang diterima guna meningkatkan taraf hidupnya kelak.
Panti Asuhan Yatim Piatu dan Fakir Miskin Miftahul Jannah Bantul memposisikan diri sebagai mediator tersebut.Tindakan ini dilandasi dengan ketulusan,semata – mata niat sebagai ibadah kepada Allah SWT,dalam bentuk saling tolonbg menolong (ta’awun).Sekalipun berbagai keterbatasan yang kami miliki”Insyaallah “ tidak mengurangi niat yang tulus tersbut dan kami sangat mengharapkan bantuan dari Bapak/Ibu,Sdr/Sdri untuk menjadi donator demi berlangsungnya kegiatan Sosial tersebut.

Latar Belakang Berdirinya Panti Asuhan

Peristiwa gempa bumi telah berlalu namun hal tersebut meninggalkan berbagai kondisi yang perlu mendapatkan perhatian yaitu : Kemiskinan,anak – anak terlantar karena menjdai yatim piatu dan ketidakberdayaan dalam perekonomian maupun social.Dan kondisi tersebut diatas timbul niat yang tulus daripara pengurus untuk sedikit meringakan beban mereka melalui lembaga social Panti Asuhan dan Fakir Miskin.Pada awalnya mengasuh 3 ( tiga ) anak yatim piatu dari korban gempa 26 mei 206 Bantul bertambah menjadi 15 ( lima belas ) dan akhirnya sampai saatr ini mencapai 50 anak asuh dan 15 kaum dhuafa.

Visi :
Membangkitkan kepedulian dan menumbuhkan kepekaan social terhadap sesame,khususnya kepada anak yatim  piatu/yatim/piatu dan dhuafa sehingga terwujud insan yang mulia yang bertaqwa,berilmu,berakhlaqul karimah dan mandiri.
Misi :
Memberikan pendidikan dan bekal ketrampilan kepada anak – anak yatim piatu/yatim/piatu dan dhuafa sebagai bekal hidup agar menjadi insan yang berguna dan beraklaq mulia. Menciptakan kader – kader muslim yang memiliki komitrmen terhadap Islam,berilmu,berakhlaqul karimah dan mandiri. Menggali,membangun dan mengembangkan potensi,bakat dan minat anak asuh dalam menghadapi era teknologi,globalisasi dan persaingan bebas.
MOTTO :
Man Jadda Wa Jadda ( Barang Siapa Bersungguh – sungguh dia akan mendapatkannya )
IV.Maksud dan Tujuan :

  • Memberikan pendidikan dan pengajaran nilai – nilai agama islam serta kecakapan hidup bagi anak asuh.
  • Mendidik dan memberikan keteladanan kepada anak asuh dalam membangun sikap mental,pengetahuan/wawasan dan ketrampilan.
  • Memberikan generasi yang berkualiatas secara moral maupun ilmu pengetahuan dan membantu Pemerintah dalm usaha melaksanakan program kesejahteraan.

Landasan.

  • Al-Quran Surat Al Maun ayat 1 – 7
  • Hadist Sahl bin Sa’ad ra,berkata Rasullah SAW : “ Saya dan orang yang memelihara anak yatim dengan baik, disorga bagaikan dekatnya jari telunjuk pada jari tengah.
  • Pancasila sila ke 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa
  • UUD 1945 Pasal 34

Program dan Kegiatan

Program Jangka Pendek :
Mencari donator/dermawan dan donator/dermawan tetap untuk menunjang kegiatan Panti Asuhan. Menyantuni anak – anak Yatim Piatu,Yatim,Fakir Miskin untuk saat Ini hanya diperuntukkan bagi wilayah Bantul (apabila terdapat dana lebih bias dimungkinkan luar wilayah Bantul )
Program Jangka Panjang.
Memiliki bangunan untuk Panti Asuhan

Kegiatan :
Menampung anak dari kalangan yatim dan taim piatu serta dhuafa dibawah pengawasan dan pengampunan yang terorganisir. Memberikan pendidikan minimal memenuhi wajib belajar 12 tahun, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Mewujudkan generaqsi yang qur’ani dan berkualitas secara moral maupun social dengan memberikan pendidikan yang layak bagi anak asuh. Membekali anak asuh dengan berbagai ketrampilan dan kecakapan yang sekiranya dapat menjadi modal hidup dimasa dewasa,meliputi : bersikap optimis terhadap nasib,berwawasan luas,santun dan berakhlaq mulia, serta terampil; dalam memecahkan problem kehidupannya.